Home / Politik / Aksi Represif Polisi Saat Demo HMI Di Istana

Aksi Represif Polisi Saat Demo HMI Di Istana

RMOL. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Syafti Hidayat mengecam keras tindakan represif aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap aksi mahasiswa HMI saat memperingati 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5). Menurutnya, di era demokrasi seperti sekarang ini, demonstrasi merupakan salah satu hak konstitusional tiap warga negara.

“Aksi damai HMI adalah hal konstitusional di era demokrasi,” tegasnya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (22/5). Para pentolan HMI mengalami luka parah dan dirawat intensif di RS Tarakan. Menurut pria yang akrab disapa Uchok ini, seharusnya Polri menangani unjukrasa dengan bijak tanpa harus ada pemukulan dan pembubaran secara brutal.

5 mahasiswa ditangkap & beberapa mahasiswa dirawat akibat bentrok dengan polisi.

“Kemandirian Polri agar humanis profesional hingga lepas dari militer Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) adalah buah perjuangan mahasiswa dan rakyat saat Reformasi 1998 dulu,” ujarnya.

Dalam aksi itu, demonstran menilai di era kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia malah diwarisi segudang masalah. Hal ini terbukti dari ketidakmampuan menjaga stabilitas ekonomi, anjloknya nilai tukar rupiah dan membengkaknya utang negara.

Janji nawacita mereka nilai tidak ada realisasinya. Yang terjadi malah impor beras dan garam. Belum lagi membanjirnya tenaga kerja asing di Tanah Air hingga persoalan terorisme yang tidak mampu diatasi. “Presiden Jokowi tidak mampu memenuhi janji politiknya, bahkan ingkar janji. Maka kami HMI MPO Cabang Jakarta mengharamkan orang munafik untuk memimpin republik ini,” ujar Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Al Azhar Musa di sela aksi.

Uchok setuju dengan isu yang dibawa HMI tersebut. Dia mengatakan bahwa pemerintah Jokowi-JK telah salah mengelola negara ini sehingga melupakan janji pada Pilpres tahun 2014 lalu.

Tindakan represif yang dilakukan oleh aparat yang sudah keterlaluan, menendang mencekik dan memukili aktivis HMI, bahkan mengalami patah tulang dan meninggal dunia.
Maftu dan Ahmad, korban bentrok dengan polisi

About Nicky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *