Home / Islami / Hukum Wanita Bekerja Diluar Rumah Didalam Islam

Hukum Wanita Bekerja Diluar Rumah Didalam Islam

Hi Salam Senalar..

Seperti yang kita ketahui saat ini wanita telah ikut andil dalam berperan dunia pekerjaan seperti layaknya laki-laki dan juga menjadi kebanggaan keluarga bahwa anak-anak mereka memiliki pekerjaan, wanita pekerja adalah wanita yang terjun ke dunia usaha atau aktivitas memiliki waktu diluar  rumah dengan tujuan mencari nafkah, menyalurkan bakat serta ilmu keahlian yang dimilikinya. Lalu bagaimana hukumnya wanita yang bekerja diluar rumah ?? berikut penjelasannya.

Dalam Al-qur’an hal ini merupakan bukan perihal baru sejak manusia pertama diciptakan oleh Allah dan mulai berkembang biak wanita sudah mulai bekerja dirumah maupun diluar rumah. Dalam Al-qur’an dijelaskan bahwa setiap manusia hendaknya mencari rezeki dengan cara bekerja.

sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanallahu Wata’ala ;

  • فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Al Jumu’ah ayat 10).

 

  • وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (An-nisa Ayat 32).

  • وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Al-Qashash ayat 77).

melalui ayat ini dapat dipahami setiap manusia termasuk wanita berhak untuk bekerja dan mendapatkan hasil yang setimpal dari mereka kerjakan sehingga hukumnya wanita bekerja diluar rumah dalam islam adalah mubah atau diperbolehkan, ada beberapa pendapat ulama mengenai wanita yang bekerja diluar rumah didalam islam dan beberapa diantaranya memiliki pendapat yang berbeda.

Mubah atau diperbolehkan, para ulama berpendapat bahwa islam tidak melarang bekerja bagi wanita diluar rumah dengan syarat mereka mampu memahami syarat-syarat bekerja dan mereka memenuhinya. Syarat-syarat tersebut didasari dari ayat al-qur’an dan hadist-hadist mengenai wanita yang mencakup hak dan kewajiban yang telah ditetapkan dalam islam.

Dari Abdul adnawah aldin yaitu

  • menutup aurat, adapun syarat tersebut didasari dengan perintah Allah Subhanallahu Wata’ala sebagai berikut
  • وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.(An-nur Ayat 31).

Dalam ayat ini Allah Subhanallahu Wata’ala melarang wanita melihatkan bagian tubuh serta perhiasan mereka kepada laki-laki asing atau laki-laki bukan suaminya atau laki-laki bukan muhrimnya. para wanita juga diwajibkan menutup aurat meraka kecuali bagian yang boleh nampak seperti wajah dan telapak tangan.

  • Menghindari fitnah, syarat ini berdasarkan bahwa semua yang ada pada wanita adalah aurat adapun yang menghindari fitnah, pendapat sebaiknya wanita menghindari pekerjaan dimana pria dan wanita bercampur baut.
  • Mendapat izin dari orangtua, wali, atau suami bagi wanita yang telah menikah. seorang wanita tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin dari suaminya, hanya dengan izin tentunya tujuan-tujuan yang pasti tidak mendatangkan mudharat.Sebagaimana dalam firman Allah Subhanallahu Wata’ala

    الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(An-nisa ayat 34).

  • Tetap menjalankan kewajibannya dirumah, wanita boleh saja bekerja diluar rumah untuk mencari nafkah dengan syarat seorang istri tidak boleh melalaikan tugas untuk mengurus rumah tangganya serta ia tetap mendidik anaknya juga.
  • Pekerjaannya tidak menjadikannya pemimpin bagi kaum laki-laki, hal ini dijelaskan oleh Abdul ‘arab “bahwa wanita tidak boleh menjadi pemimpin tertinggi dalam suatu masyarakat atau dalam suatu negara”ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  “Kaum yang melantik wanita menjadi pemimpin tertinggi tidak akan memperoleh kemenangan atau kejayaan selamanya”.

Dalam islam dapat menjadi wajib hukumnya wanita bekerja diluar rumah apabila tidak ada oranglain dalam keluarga dapat menafkahinya seprti orangtua sakit, lanjut usia dan tidak anak lain yang dapat mencari nafkah menggantikan suaminya sakit dan tidak mampu lagi bekerja meskipun terdapat perbedaan pendapat tidak disebutkan dalam al-quran wanita tidak boleh untuk bekerja dalam islam. Wanita bisa bekerja jika memenuhi syarat dan syarat ketentuan dalam  islam, dapat bekerja sesuai fitrahnya seperti menjahit, pedagang, perawat dan pekerjaan mulia lainnya.

*Semoga ini dapat menjadi bermanfaat buat para muslimah dan kita semua serta mengikuti Al-qur’an dan hadist sebagai panduan hidup kita semoga kelak kita bisa menjadi hamba Allah yang shaleh dan tawakal dan bersama dengan rasulullah di akhirat nanti amiin..

Salam Senalar 🙂

 

 

 

 

About Nicky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *